Tips Menjaga Shower Puff Tetap Higienis dan Bersih

Posted on

Shower Puff merupakan salah satu peralatan mandi berbentuk bola-bola jaring ataupun spoons sintetis berwarna-warni yang dianggap efektif oleh sebagian orang mampu mengangkat sel-sel kulit mati (eksofiliasi). Shower Puff biasa digunakan bersamaan dengan sabun cair atau shower gel dan tinggal kita usapkan saja ke sekujur badan hingga kaki.

Namun, tidak sedikit pengguna dari alat tersebut belum mengetahui apakah Puff yang digunakan dalam keadaan bersih ataupun kotor. Sekilas banyak yang tidak menyadari bahwa benda sepele tersebut justru bisa menjadi sarang bakteri. Alih-alih tubuh kita bersih dari berbagai kotoran dan debu saat beraktivitas, Puff dengan kondisi kotor justru dapat mendatangkan berbagai macam penyakit kulit seperti gatal-gatal.

Belum lagi ditambah dengan kondisi kamar mandi yang lembab bisa menjadi tempat special berkembang biaknya bakteri. Untuk itu, alangkah baiknya bagi setiap pengguna Shower Puff lebih peka kembali terhadap kebersihan benda kecil nan cantik tersebut.

Tips Menjaga Shower Puff Tetap Higienis dan Bersih

Syukur-syukur tidak perlu menggunakan Puff, cukup tuangkan saja sabun cair ke telapak tangan lalu kemudian usap hingga muncul busa sabun yang siap digunakan. Namun bila ingin tetap menggunakan Shower Puff, berikut tips menjaga benda tersebut agar tetap higienis dan bersih.

1. Selalu biarkan Shower Puff tetap mengering

Setelah mandi, ubah kebiasaan untuk mengabaikan Puff ataupun Spoons tersebut dalam keadaan basah. Puff yang basah adalah tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Bilas Puff hingga bersih kemudian peras dengan lembut dan gantung jauh dari lokasi mandi.

2. Ganti Puff sebulan sekali

Jangan gunakan alat tersebut apabila kondisinya sudah tidak layak pakai. Contoh, jika menggunakan Puff usahakan diganti apabila jaring sudah banyak terurai atau jika menggunakan spoons jangan sampai spoons tersebut berubah warna dan bentuknya.

3. Jangan gunakan untuk bagian-bagian sensitive

Shower Puff diciptakan untuk dipergunakan pada area badan meliputi leher hingga kaki. Namun alangkah baiknya jika menghindari penggunaan pada bagian-bagian vital seperti wajah dan kelamin. Ditakutkan penggunaan pada bagian tersebut dapat menimbulkan luka maupun perpindahan bakteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *